Artikel
Tanda Kucing Kamu Sudah Kawin - Jasa pacak kucing di Malang

Tanda Kucing Kamu Sudah Kawin - Jasa pacak kucing di Malang

1.                   Sering Tidur

Siklus pada kucing akan berubah menjadi lebih sering tidur, walaupun pada umumnya pola tidur kucing juga terpengaruh oleh bentuk tubuh, jenis kucing dan usia kucing. Namun pada kucing yang sudah kawin akan lebih sering tidur dan kurang bersemangat ketika bermain. Hal ini disebabkan karena kehilangan banyak tenaga yang membuat kucing betina akan lebih sering tidur. Sering tidur ini berguna untuk mengembalikan kondisi tubuh hingga kembali fit.


2.                   Membersihkan Punggung

Aktivitas menjilat pada kucing dilakukan kucing untuk membersihkan area pada bulu-bulunya. Salah satunya pada kucing yang siudah kawin, menjilati area punggung sering kali dilakukan oleh kucing betina karena keinginannya untuk menghilangkan bekas kucing jantan. Membersihkan aroma tubuh kucing jantan dari tubuhnya, sebab aroma kucing jantan akan melekat pada tubuhnya dan membuat kucing jantan lainnya yang berbeda enggan hendak menikahinya.


3.                   Berguling-guling

Berguling-guling di lantai, dilakukan oleh kucing yang sudah kawin karena pada umumnya kucing betina akan merasa tidak nyaman dan sakit pada area vagina setelah kawin. Tujuan lainnya adalah karena kucing ingin melepasakan hormon dan gugup berlebihan pasca proses kawin dan juga untuk mempercepat proses alami permbuahan sel telur dengan sel sperma. Kegiatan berguling ini akan berhenti rata-rata pada menit ke 10 atau lebih.


4.                   Siklus Birahi Berhenti

Umumnya kucing yang siap kawin, akan terjadi siklus birahi sekitar 1 sampai 2 bulan sekali dengan masa birahinya 1 mingguan. Nah pada kucing yang sudah kawin siklus birahi ini akan terhenti. Bahkan jika benar kucing tersebut sudah kawin, bisa saja kucing tersebut menyerang kucing jantan.


5.                   Suka Mencari Tempat Sembunyi

Setelah kawin, kucing akan lebih memilih tempat yang tersembunyi. Yakni tempat yang dirasanya tenang, nyaman dan tepat untuk nantinya dijadikan sebagai tempat persembunyiannya saat hendak melahirkan. Kucing akan cenderung memilih tempat yang lebih hangat dan luas, serta tidak berisik dan banyak gangguan atau ancaman dari kucing lainnya.


6.                   Berhenti Mengibaskan Ekor

Tanda yang seringkali dilihat dari kucing birahi selain suara mengeongnya yang berisik adalah mengibas-ibaskan ekornya. Nah jika kucing sudah kawin, kucing akan berhenti mengibaskan ekornya dan tidak melengkungkan ekornya. Hal tersebut akan terlihat jika anda menggosok punggung bagian bawah yang berada di atas tulang panggul dan pangkal ekor dimana kucing betina akan mengangkat bokongnya dan menggerakan ekor ke satu sisi. Refleks ini dilakukan kucing betina sebagai cara untuk mempermudah kucing jantan mengakses alat kelamin lebih mudah saat kawin. Berbeda jika kucing yang sudah kawin, yaitu kucing betina akan menutup area bokongnya memakai ekor dan tidak lagi mengibaskan ekornya termasuk jika anda sedang mengelus kucing tersebut.


Itu dia beberapa tanda jika kucing anda sudah kawin. Jika memang benar kucing yang anda adopsi sudah kawin maka segeralah untuk mempersiapkan kalau-kalau kucing akan segera melahirkan dan menambah momongan anabul anda di rumah. Untuk mengetahui usia kandungannya dan lebih memastikan lagi, sebaiknya periksakan pada dokter hewan terdekat juga.

-->
Artikel
Hindari ini agar kucing jantan terhindar dari flutd atau susah kencing

Hindari ini agar kucing jantan terhindar dari flutd atau susah kencing

1.       Sulit Buang Air Kecil

Salah satu gejala yang paling sering ditemui adalah sulitnya kucing ketika akan buang air kecil. Kucing akan merasa kesakitan dan sulit dalam mengeluarkannya. Bagaimana tidak sakit jika terdapat kristal dalam saluran kandung kemih kucing.


2.       Mengeong Hebat hingga Menagis

Hal seperti ini terjadi saat dirasa kucing sudah tidak tahan lagi, ingin buang air kecil namun tidak bisa keluar dan bahkan sakit. Kucing yang sudah merasa tertekan dan kesakitan pastinya akan mengeong-ngeong dan jika hebatnya rasa sakit itu juga bisa membuat kucing menagis.


3.       Menjilat Anus

Karena merasa ada yang bermasalah dengan anus nya, kucing akan menjilati alat kelaminnya dengan harapan dapat meringankan rasa sakit ketika akan buang air kecil lagi. Hal seperti ini akan seringkali dilakukan oleh kucing pengidap penyakit ini.


4.       Air Seni Berdarah

Disebabkan pengkristalan yang terjadi di kandung kemih, itu juga membuat terlukanya dinding kemih yang kemungkinan besar tergores kristal tersebut. ini membuat air seni kucing dengan kondisi penyakit FLUTD akan mengeluarkan darah juga bersamaan dengan air seninya.


5.       Buang Air tidak pada Tempat

Gejala berikutnya adalah buang air kecil kucing tidak lagi pada tempat yang sudah disediakan. Ini karena sakit saat akan kencing bisa terjadi kapan saja, misalnya kucing akan buang air saat itu, maka kucing akan tetap buang air kecil meskipun bukan tempat biasanya.


Bagaimana cara menghindari penyakit ini? nah yang paling penting dilakukan adalah memberikan makanan dan minuman sesuai dnegan jadwal ynag biasa diberikan pada anabul kesayangan. Sebab faktor penyebab terjadinya FLUTD salah satunya adalah perubahan jadwal makan, stres pada kucing dan juga perubahan lingkungan.


Namun jika kucing anda ternyata terkena penyakit ini, bagaimana cara penangannya. Yang perlu dilakukan adalah cepat bawa kucing pada dokter hewan terdekat. Karena apabila batu kristal sudah benar-benar menutupi jalan keluarnya air seni, maka akan berpengaruh juga pada ginjal. Yang seharusnya dikeluarkan racun dari dalam tubuh namun tidak keluar dan menyebabkan tidak seimbangnya cairan elektrolit dalam tubuh.  


Akibatnya jika tetap tidak teratasi, kucing dapat dengan cepat menjadi semakin memburuk hingga dapat berdampak pada terancamnya hidup kucing itu sendiri. Diperkirakan waktu dari obstruksi urin atau tersumbatnya urin hingga kematian kurang dari 24 jam saja. So, jangan lupa untuk mengecek kesehatan kucing anda secara berkala ya.

-->
Artikel
Bagimana Cara Merawat Anak Kucing Baru Lahir yang Ditinggal Induknya

Bagimana Cara Merawat Anak Kucing Baru Lahir yang Ditinggal Induknya

1.       Mencarikan Ibu Angkat

Sama halnya dengan manusia, kucing yang ditinggal oleh induknya dapat anda carikan ibu angkat atau ibu pengganti. Yang mana anak kucing harus sudah pasti ditinggalkan oleh induk kandungnya. Pencarian ibu pengganti bagi kucing tidaklah mudah, sebab pada proses pendekatan anak pada induknya beresiko. Resikonya jika anak kucing ditolah oleh ibu angkatnya, maka justru anak kucing tersebut akan dimakannya.


2.       Menjaga Kehangatan Ruang

Melindungi anak kucing agar tetap hangat dan terhindar dari suhu udara dingin. Hal ini dikarenakan anak kucing belum memiliki kemampuan untuk menghasilkan panas tubuh untuk menghangatkan tubuhnya sendiri, maka diperlukan ektra kehangatan yang dapat anda berikan kepada anak kucing.


Letakkan kucing pada kotak kardus atau karton yang telah dilapisi oleh handuk atau selimut lembut. Jika tidak cukup hangat berikan botol berisi air hangat dan lampu penghangat sebagai tambahan kehangatan bagi anak kucing. Pastikan suhu ruangan pada 31 sampai 33 derajat sampai dengan dengan usia 5 minggu.


3.       Memberikan Susu

Selanjutnya adalah dengan memberikan susu formula khusus untuk kucing. Untuk selang waktu pemberiannya adalah selama 2 jam sekali secara rutin. Namun cara ini diterapkan pada anak kucing yang berusia kurang dari 1 minggu. Jika anak kucing telah berusia 2 minggu, maka berikan susu pada anak kucing setiap 4 jam sekali. Namuan apabila kucing telah berusia 4-5 minggu, anda dapat mengganti susu formula dengan makanan basah yang mudah dikunyah oleh anak kucing.


4.       Memberikan Stimulasi BAB

Selain memberikan susu dan makanan basah sesuai dengan usia dan takarannya, penting bagi anda untuk memberikan stimulasi pada anak kucing agar bisa buang air besar sendiri. Caranya dengan menggosok perut kucing dan anus kucing dengan lembut menggunakan kapas atau tisu hangat.


5.       Memperhatikan Kebersihan Tubuh

Seperti bayi manusia, bayi kucing juga kebanyakan menghabiskan banyak waktunya untuk tidur. Maka dapat menyebabkan area mata pada anak kucing tertutup dengan kotoran mata. Saat kucing bangun, anda dapat membersihkan kotoran mata dengan kapas hangat.


6.       Melatih Kucing Membuang Kotoran di Litter box

Memberikan stimulus pada anak kucing agar bisa mengeluarkan kotoran atau buang air besar sendiri, anda juga harus melatih anak kucing agar bisa membuang kotorannya sendiri di litter box yang telah disediakan. Hal ini biasanya dilakukan pada usia kucing sekitar 4 minggu. Caranya dengan meletakkan anak kucing pada litter box, ajarkan juga cara menggaruk pasir untuk menutupi kotoran mereka dengan menggunakan kaki anak kucing tersebut.


7.       Melatih Pergerakan Kucing

Kemudian anak kucing yang telah berusia 3 minggu dapat dilatih untuk menggerakkan otot dan saraf agar menjadi lebih lincah. Cara terbaik untuk melatihnya adalah dengan bermain menggunakan bola dan tali. Hal ini akan membuat anak kucing bermain, bergerak dan terlatih.


8.       Memberikan Perhatian dan Kasih Sayang

Kucing juga makhluk hidup yang sama halnya dengan manusia yang membutuhkan kasih sayang dan mendapatkan perlakuan yang layak. Kucing juga membutuhkan kasih sayang dari majikannya, usahakan untuk membelainya, bermain dengannnya dan selalu memperhatikannya.


9.       Memberikan Vaksinasi Kucing

Yang terakhir adalah memberikan vaksinasi rutin pada kucing, hal ini digunakan untuk memberikan perlindungan ekstra agar kucing tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit yang tidak diinginkan.

Nah itu dia 9 cara merawat anak kucing baru lahir yang ditinggal oleh ibunya. Selamat mencoba cara ini, semoga membantu ya.

-->
Artikel
9 Tanda Kucing Akan Segera Melahirkan Yang Wajib Kamu Tahu

9 Tanda Kucing Akan Segera Melahirkan Yang Wajib Kamu Tahu

Menjilati Tubuh

Kondisi yang umum dilakukan oleh kucing yakni menjilati tubuhnya sendiri. Namun frekuensi menjilat tubuh pada kucing hamil yang mendekati waktunya bersalin akan menjadi lebih sering terjadi. Hal ini dilakukan kucing betina agar mendorong hormon yang memudahkan persalinan kucing.

5.       Mengeluarkan Kelenjar Susu Pada Calon Induk Kucing

Tidak asing lagi, kucing merupakan hewan mamalia yang melahirkan dan menyusui. Maka dari itu munculnya kelenjar susu pada kucing juga menjadi tanda bahwa kucing sudah dekat dengan waktu persalinannya. Sebenarnya kelenjar susu sudah muncul dan membesar sejak awal kehamilan, namun akan semakin terlihat kemerahan menjelang waktu melahirkan.

Apalagi jika puting susu telah mengeluarkan cairan kekuningan atau disebut juga dengan cairan kolostrum maka dapat dipastikan jika pada rentang waktu 1 pekan saja, kucing anda akan melahirkan bayi-bayi kucing yang sangat lucu dan imut.

6.        Sulit Bergerak

Sama halnya dengan manusia yang semakin besar usia kandungannya akan membatasi ruang gerak sang ibu. Pada kucing juga demikian, induk kucing dengan usia kandungan yang semakin membesar tentu akan menjadi susah bergerak akibat kondisi tubuhnya. Ini juga disebabkan oleh kontraksi yang dialami oleh kucing yang semakin membatasi gerakan sang kucing yang hendak melahirkan ini.

7.       Nafas Kucing Terenggah-enggah

Karena susah bergerak, maka kucing juga akan merasakan nafas yang terngah-engah. Bersamaan dengan itu, biasanya kucing juga akan merasakan denyut jantung yang lebih cepat dari umumnya. Pada kondisi ini juga, janin telah berpindah tempat ke mulut rahim induk dan bersiap untuk proses persalinan.

8.       Nafsu Makan Kucing Menurun

Kucing akan merasa malas makan karena kondisi tubuh yang kurang stabil. Sulit bergerak, nafas terengah-engah, perut yang mulai kontraksi, lemas dan hal lainnya yang membuat kucing akan semakin malas untuk makan. Sehingga nafsu makan juga akan menurun dibandingkan dengan biasanya.

9.       Pecahnya Air Ketuban Pada Induk Kucing

Tanda terakhir adalah pecahnya air ketuban pada kucing. Sama dengan manusia, kucing hami juga memilki air ketuban dalam kandungannya. Sehingga saat air ketuban ini pecah, sudah pasti persalinan akan segera berlangsung setelahnya dan anda cukup mempersiapkan tempat yang aman dan nyaman bagi kucing dan mengawasi kucing dari kejauhan.

-->